Rabu, 14 Desember 2011

Perkiraan, bukan Ramal

Hasil analisa sebuah Hasta Aksara berupa ‘Perkiraan’, bukan ramalan, apalagi terawang. Saya sering mendapat permintaan untuk diterawang, hal itu membuat saya serba salah, karena saya memang tidak memiliki kemampuan menerawang seperti yang dimiliki seorang dukun. Saya seorang analis tanggal lahir berdasarkan data kelahiran seseorang, tanpa data saya tidak bisa apa-apa. Dahulu, setiap selesai berita malam di TVRI, selalu saja diikuti sebuah laporan yang disebut ‘Ramalan Cuaca’. Acara ini kini telah berganti nama menjadi ‘Perkiraan Cuaca’, karena laporan tersebut memang merupakan ‘Perkiraan’ setelah melalui proses pengamatan data, sedangkan ramalan tidak perlu didukung data yang kuat.
Analisa tanggal lahir membutuhkan data kelahiran yang pasti, data tersebut harus meliputi tahun, bulan, hari dan jam lahir, semuanya harus lengkap. Analisa ini tidak sama dengan ramalan Shio, ramalan Shio hanya perlu tahu tahun lahir, yang lainnya tidak perlu. Juga tidak sama dengan ramalan bintang, karena lamaran bintang seperti Pices, Cancer, Leo dan lainnya hanya membutuhkan tanggal dan bulan kelahiran, yang lainnya tidak dibutuhkan. Dengan mengunakan data yang lengkap dari tahun hingga jam lahir, kita bisa membangun bagan Hasta Aksara atau bagan 12 Sektor Bintang Ungu, untuk selanjutnya bagan tersebut digunakan sebagai dasar analisis yang menghasilkan perkiraan-perkiraan mencenggangkan.
Sebagai contoh, Kristiani Herrawati atau lebih kita kenal dengan nama Ani Yudhoyono, beliau lahir pada tanggal 6 Juli 1952 sekitar jam Macan. Hasta Aksaranya sebagai berikut :


Elemen dirinya Air kecil Gui (), Air mengendalikan Api, Api di sini disebut Cai (). Jika Cai berada di pilar Bulan atau Tahun dapat mewakili Ayah. Pada Hasta Aksara di atas, Cai yang diwakili Api Bing () berada di pilar Bulan, itulah Ayahnya. Pada Periode hidup Babi Kayu (1961 - 1970),Kayu Yi menghidupkan Api Bing, artinya ayahnya akan mengalami masa kejayaan pada periode ini, tetapi Babi yang berelemen Air tidak juga tidak menguntungkan Api, kejayaan itu akan singkat.  Tahun Ular Kayu 1965, Ular berelemen Api, menginformasikan Kayu menghidupkan Api, terjadi peristiwa G-30S dan Ayahnya keluar sebagai pahlawan yang paling berkuasa. Tahun Kuda Api 1966, kekuasaannya berlanjut, tetapi hingga tahun Kambing Api 1967, Kambing menusuk Tikus yang berada di bawah Api di pilar Bulan (Ayah), dengan alasan rencana maker, Ayahnya dikeluarkan dari lingkaran kekuasaan dan tidak pernah kembali lagi hingga akhir hayatnya pada tahun 1989.  
Sektor keluarga berada di bawah elemen diri, dalam Hasta Aksara, sektor keluarganya adalah Kerbau. Kerbau masuk ke Naga, tetapi Api Bing yang terdapat di batang langit pilar Bulan menghantam Air Ren yang berada di atas Naga, membuat sektor keluarga tetap eksis. Interaksi ini tercermin pada periode Anjing (1976 - 1980). Kebetulan tahun 1976 adalah tahun Naga Tanah Wu Chen yang memiliki informasi sama dengan periode, karena itu ia menikah dengan Yudhoyono pada tahun tersebut. Nah, pada periode Kambing Logam (2001 - 2010), Kambing berinteraksi Chong dengan Kerbau, dalam hal ini menggerakkan sektor suaminya, pertanda suaminya akan Berjaya. Kesempatan itu pun datang pada 2004, suaminya menjadi presiden RI, bahkan terpilih kembali pada tahun Kerbau Tanah 2009 (suaminya kebetulan Shio Kerbau).
Hasta Aksara Ani dengan jelas memperlihatkan, bahwa dengan mengetahui Huruf yang mewakili Ayah dan Suami dalam Hasta Aksaranya, kita dapat memperkirakan kapan Ayah dan Suaminya mengalami masa kejayaan. Jadi jelas suatu perkiraan, bukan ramalan, apalagi menerawang.

Bandara Depati Amir
Bangka, 11 Desember 2011


Tidak ada komentar:

Posting Komentar