Sabtu, 11 Agustus 2012

Sudono Salim

Pengusaha yang kita kenal dengan panggilan Om Lim ini pernah menjadi orang terkaya Negara kita, bahkan masuk daftar 10 besar orang kaya Asia dan Dunia. Lahir di Fuqing, China tanggal 16 Juli 1916 sekitar jam Anjing. Hampir setiap koran yang memberitakan riwayatnya berbeda tanggal lahir, bahkan harian Kompas pun menulis tahun 1915, padahal ia Shio Naga yang lahir dipertengahan tahun tidak mungkin lahir di tahun itu. Hasta Aksaranya sebagai berikut :

 
Elemen diri Kayu besar, kekuataan kayu dan api ingin mengendalikan logam dan air dalam sistem tanggal lahir, melalui interaksi Chong antara Anjing dan Naga, kekuatan air terkendali sangat baik. Pada periode hidup api Ding, api keluar dari Anjing, kendali atas air menjadi lemah. Pada tahun 1938, perang merambah ke Fuqing, Om Lim meninggalkan Tiongkok ke Indonesia. Pada dekade hidup Anjing, air kembali terkendali, inilah salah satu periode penting dalam hidupnya. Tahun 1945, ia mendapat kesempatan menyuplai kebutuhan pejuang kita dan pada tahun berikutnya ia menolong mertua Suharto dan berteman baik dengan orang yang kemudian menjadi Presiden RI ke-2, hal ini sangat membantu perkembangan bisnisnya dikemudian hari. Tahun 1952, Lim memindahkan pusat bisnisnya ke Jakarta, bersiap untuk tinggal landas.
Periode hidup Ji berinteraksi dengan diri Jia, berindikasi dapat uang. Tahun 1954 Jia muncul memenuhi waktunya, Lim berturut-turut mendirikan pabrik sabun, konveksi, pabrik ban, pabrik spare-part sepeda dan memulai hubungan dengan luar negeri. Pada periode hidup Babi, Lim mendapat bantuan dari bankir kuat Thailand untuk mendirikan BCA, tepatnya di tahun 1957, dengan adanya Bank sebagai sandaran modal, membuat perkembangan bisnisnya semakin gencar.
Kayu Yi pada pilar bulan adalah sebuah kunci kekayaan. Ketika periode hidup Geng muncul mengendeng Yi, itulah saat paling cemerlang dalam hidupnya. 1967 Suharto menjadi Presiden RI, 1968 Lim mendapat hak menopoli Cengkeh juga mendapat 3/2 hak produksi terigu Nasional. Dalam 10 tahun, Lim juga berhasil menjadi raja semen dengan berbagai usaha propertinya. Periode hidup Kerbau Logam juga sama bagusnya. Tahun 1973, Lim menangkap kesempatan dari kebijakan pemerintah, menjalin kerja sama luas dengan bank2 manca negara. Tahun 1975 mendapat bankir hebat Mochtar Riady sebagai motor. Hingga 1988, Om Lim yang memasuki usia 70 an telah berhasil membangun kerajaan bisnis keluarga yang sangat kokoh. Hingga periode Naga, air keluar dari sumbernya membuat kontrol air menjadi berantakan. Tahun 2012 Naga Air, air yang luar biasa melanda, itulah sebabnya beliau berpulang pada hari ini.

祥瑜16 Jun’12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar